6 Ciri-ciri Hamil Anak Laki-laki Antara Mitos dan Juga Fakta

Bunda yang tengah memasuki masa kehamilan pastinya sudah mulai memperhatikan pola makan dan juga rutinitas bukan, menjaganya dengan sangat baik sehingga nantinya tumbuh kembang dari janin yang ada di dalam kandungan tersebut juga bisa optimal. Banyak tentunya yang sudah mulai penasaran apakah bayi yang dikandung tersebut berjenis kelamin perempuan ataukah laki-laki. Bahkan sering kali bumil akan menebak-nebak jenis kelainan dari janin tersebut.

Selain dengan melakukan USG untuk melihat jenis kelamin dari buah hatinya tersebut, maka sering kali banyak diantaranya ciri-ciri hamil anak laki-laki yang digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui bayi yang tengah dikandung tersebut berjenis kelamin apa. Berikut ini diantaranya beberapa ciri yang sering kali dijadikan sebagai patokan kala sedang mengandung anak berjenis kelamin laki-laki, antara mitos dan juga fakta, yaitu:

  1. Bentuk perut bulat, bentuk perut banyak dijadikan sebagai patokan jenis kelamin bayi yang sedang dikandung. Seperti diantaranya ketika bentuk perut dari bumil tersebut adalah bulat, maka dikatakan tengah mengandung anak laki-laki. Padahal ini belum tentu benar. Mengingat wanita yang sedang hamil tampilan perutnya tersebut memang terbilang sangat bervariasi. Jadi sebenarnya hal tersebut hanyalah mitos.
  2. Denyut jantung di bawah 140 kali, banyak yang percaya bahwa denyut jantung dari bayi atau anak perempuan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan bayi laki-laki. Sehingga beberapa berpendapat jika seandainya denyut jantung wanita hamil tersebut di bawah angka 140, mengindikasikan bahwa ia tengah mengandung anak laki-laki. Padahal sebenarnya hal tersebut tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur menebak jenis kelamin bayi dalam kandungan, karena setiap bayi memiliki denyut jantung yang berbeda-beda, berkembang sesuai dengan usia kandungan tersebut.
  3. Kemunculan jerawat, banyak juga mitos yang berkembang jika seandainya ketika wanita mengandung kemudian banyak bermunculan jerawat, padahal sebelumnya tidak pernah mengalami kondisi tersebut diartikan bayi yang dikandungnya tersebut berjenis kelamin laki-laki. Pada dasarnya timbulnya jerawat pada masa kehamilan ini dapat dipicu oleh banyak faktor, termasuk diantaranya adalah tingginya kadar hormon androgen yang menyebabkan produksi minyak berlebih di wajah, sehingga bakteri dapat dengan mudah berkembang biak dan memicu jerawat.
  4. Warna urine menjadi lebih gelap dan pekat, pada dasarnya warna urine ini bisa berubah-ubah sesuai dengan apa yang dikonsumsi, bisa bening, kemudian juga pekat hingga mungkin berubah warna menjadi coklat dan merah. Tidak dapat dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang sedang dikandung tersebut. Jika kondisi urine terlalu gelap atau pekat maka bisa jadi bumil sebenarnya tengah mengalami dehidrasi atau kurang minum.
  5. Lebih banyak ngidam jenis makanan yang asam dan juga asin, tidak ada bukti kuat yang mengatakan bahwa bumil yang ngidam jenis makanan asin dan juga cenderung asam maka bayi yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki. Karena selama masa ngidam ini sebenarnya keinginan dari bumil adalah mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan tersebut, jadi bisa jadi manis, asam maupun asin sesuai dengan mood mereka juga.
  6. Lebih jarang mual dan muntah atau morning sickness, kondisi kehamilan setiap wanita berbeda-beda, termasuk juga saat ada kecenderungan mual dan juga muntah, sehingga tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui jenis kelamin bayi tersebut.

Memang sebenarnya tidak ada ciri-ciri hamil anak laki-laki yang jelas dapat dijadikan sebagai patokan, kecuali dengan melakukan USG, bahkan cara inipun terkadang tidak menjamin 100 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *