Perusahaan Sukanto Tanoto Tanamkan Kesadaran Bahaya Karhutla Pada Generasi Muda

Sumber: metrojambi.com

Kebakaran hutan masih menjadi momok masalah bagi masyarakat Indonesia. Dari Januari – Agustus 2019, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mencatat bahwa luas lahan dan hutan yang terbakar di Indonesia sedikitnya mencapai 328.724 hektar. Dari total luas lahan yang terbakar, sebagian besar di antaranya berada di wilayah provinsi Riau. Hal ini pun mendorong perusahaan Sukanto Tanoto yang juga beroperasi di wilayah tersebut untuk turut menekan kasus kebakaran hutan di Riau dan sekitar area operasinya.

Selain Riau, Jambi juga menjadi provinsi yang mendapat perhatian perusahaan Sukanto Tanoto untuk memerangi kebakaran hutan dan lahan. Asian Agri yang merupakan salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto dan Royal Golden Eagle (RGE) pun memiliki beberapa program untuk membantu menekan kebakaran hutan di sekitar area operasi.

Duta Pencegahan Karhutla Asian Agri

Sama seperti di Riau, kasus karhutla di Jambi juga cukup memprihatinkan. Pembakaran hutan dan lahan seakan sudah menjadi rutinitas yang terjadi setiap tahunnya. Tidak hanya dilakukan oleh oknum perusahaan, pembakaran juga kerap dilakukan oleh oknum masyarakat ataupun oknum petani swadaya.

Melihat masalah tersebut, perusahaan Sukanto Tanoto mengambil inisiatif untuk melakukan sosialisasi. Hanya saja, sosialisasi kali ini tidak dilakukan kepada masyarakat secara umum. Anak-anaklah yang menjadi target dari sosialisasi akan bahaya kebakaran hutan.

Pada tanggal 18 Oktober 2019, Asian Agri menyelenggarakan acara bertajuk Duta Pencegahan Karhutla di SDN 10/VIII Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Dalam acara tersebut, para pelajar SD diberi sosialisasi akan bahaya dan dampak karhutla bagi masyarakat luas.

Karhutla tidak hanya memberi kerusakan hebat pada lingkungan yang terimbas secara langsung. Lingkungan dan masyarakat sekitar juga ikut terkena dampaknya. Bahkan, tidak sedikit nyawa yang harus melayang karena asap yang ditimbulkan.

Dalam acara tersebut, Hafiz Hazalin Sinaga yang merupakan perwakilan dari Fire Asian Agri Pekanbaru menerangkan kepada anak-anak siswa dan siswi SDN 10/VIII Tuo Sumay tentang karhutla mulai dari pengertian, penyebab, dampak hingga pencegahannya. Dalam acara tersebut, perusahaan Sukanto Tanoto juga mengajak anak-anak untuk berdiskusi agar kesadaran akan bahaya karhutla semakin tertanam.

Melalui Duta Pencegahan Karhutla, diharapkan anak-anak dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di masa depan, khususnya dengan mengingatkan beberapa oknum orang tua yang kerap melakukan praktek pembakaran.

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan dengan Program Desa Bebas Api

Program lain yang juga menjadi program andalan perusahaan Sukanto Tanoto dalam memerangi karhutla adalah program desa bebas api. Program desa bebas api sebenarnya sudah diluncurkan Asian Agri sejak tahun 2016 lalu.

Desa bebas api sendiri merupakan program perusahaan Sukanto Tanoto yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mengajak partisipasi masyarakat dalam menjaga hutan. Program ini memiliki 5 prinsip utama. Kelima prinsip tersebut meliputi peningkatan kesadaran masyarakat, pemberdayaan ketua tim desa, bantuan pembukaan lahan pertanian, penghargaan kepada desa tanpa kebakaran dan pendampingan dalam menggali potensi ekonomi lokal.

Selain membangun kesadaran, program desa bebas api Asian Agri juga menarik partisipasi masyarakat dengan memberi insentif kepada desa yang berhasil melindungi hutan dan lahannya dari kebakaran. Tidak tanggung-tanggung, insentif yang diberikan bisa mencapai Rp 100 juta.

Sejak pertama kali diluncurkan, perkembangan program desa bebas api terlihat positif. Desa yang ikut terlibat dalam upaya pencegahan pembakaran hutan dan lahan juga terus berkembang. Bahkan tidak sedikit desa yang terus mendukung dan mengikuti program ini secara rutin setiap periodenya. Dengan adanya program desa bebas api, diharapkan kasus kebakaran hutan dan lahan, khususnya di sekitar area operasi perusahaan Sukanto Tanoto bisa ditekan hingga titik terendahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *